Meninggalkan amalan sebab orang lain adalah termasuk riya', dan beramal karena orang adalah kesyirikan. Adapun ikhlas yaitu Allah Ta'ala menyelamatkanmu dari keduanya.
(Fudhail bin 'Iyadh rahimahullahu ta'ala - Siyar A'lamin Nubala)
Semoga bermanfaat
Rabu, 26 Juni 2013
Selasa, 18 Juni 2013
Nasehat Al-Ustadz Luqman Ba’abduh
Nasehat Al-Ustadz Luqman Ba’abduh
(Mudir Ma’had As-Salafy Jember)
Ketahuilah, wahai saudaraku kaum muslimin -semoga Allah merahmati kita semua-, bahwasanya ibadah kita kepada Allah tidaklah boleh berhenti bahkan harus senantiasa terus kita lakukan sampai datangnya ketetapan Allah Tabaraka wa Ta’ala kepada kita, yaitu dengan datangnya kematian.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Hijr ayat 99 :
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (99) [الحجر/99]
Beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu kematian. [Al-Hijr : 99]
Hendaklah ibadah tersebut senantiasa diiringi dengan sikap penyandaran diri kepada Allah dengan sepenuh penyandaran serta sikap bahwa kita ini adalah makhluk yang lemah yang sangat membutuhkan pertolongan dari Allah dalam menjalankan segala macam bentuk ibadah yang Allah perintahkan kepada kita tersebut.
Ingatlah bahwasanya musuh kita yang paling besar yaitu Iblis tidaklah pernah berhenti untuk mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya guna menemaninya kelak di Jahannam. Karena Iblis telah putus asa setelah ia divonis oleh Allah bahwa ia termasuk penghuni An-Naar. Bahkan ia bersumpah kepada Allah untuk menghalangi anak Adam dari ash-shirathal mustaqim dari segala penjuru. Dari arah depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri, sehingga membuat anak Adam tak kuasa untuk membendung berbagai serangan yang dilancarkan oleh Iblis dan bala tentaranya. Siapa pun kita dan dimana pun kita berada tak lepas dari intaian Iblis dan bala tentaranya. Sebagaimana Allah kabarkan dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 16-17 :
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” [Al-A'raf : 16-17]
Dengan berbagai cara Iblis dan bala tentaranya berupaya untuk menyimpangkan anak Adam dari jalan yang lurus kepada penyimpangan-penyimpangan yang diselubungkan ke dalam diri-diri manusia, sehingga tak terasa bahwa sedikit demi sedikit mereka pun larut ke dalam ajakan Iblis dan bala tentaranya. Syaithan berupaya membungkus suatu kemaksiatan dengan kemasan yang indah dan menarik dan sebaliknya amalan ketaatan kepada Allah digambarkan dengan sesuatu yang menakutkan dan memberatkan sehingga manusia pun enggan untuk melaksankannya. Bahkan syaithan pun dapat membuat seorang yang berilmu enggan untuk mengamalkan ilmunya.
Oleh karena itu kita dituntut untuk senantiasa mempelajari perangkap-perangkap syaithan dengan banyak mengkaji ilmu agama dari para ulama yang mereka senantiasa berpegang teguh di atas Al-Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman as-Salafus Shalih, dan tak lupa pula kita senantisa berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari segala macam tipu daya yang dilancarkan oleh iblis dan bala tentaranya sampai kematian datang menjemput kita. Wallahu a’lam.
Sumber : http://mahad-assalafy.com/2008/12/24/nasehat-al-ustadz-luqman-baabduh/
http://www.salafybpp.com/index.php/aqidah-islam/160-nasehat-al-ustadz-luqman-ba-abduh
(Mudir Ma’had As-Salafy Jember)
Ketahuilah, wahai saudaraku kaum muslimin -semoga Allah merahmati kita semua-, bahwasanya ibadah kita kepada Allah tidaklah boleh berhenti bahkan harus senantiasa terus kita lakukan sampai datangnya ketetapan Allah Tabaraka wa Ta’ala kepada kita, yaitu dengan datangnya kematian.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Hijr ayat 99 :
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (99) [الحجر/99]
Beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu kematian. [Al-Hijr : 99]
Hendaklah ibadah tersebut senantiasa diiringi dengan sikap penyandaran diri kepada Allah dengan sepenuh penyandaran serta sikap bahwa kita ini adalah makhluk yang lemah yang sangat membutuhkan pertolongan dari Allah dalam menjalankan segala macam bentuk ibadah yang Allah perintahkan kepada kita tersebut.
Ingatlah bahwasanya musuh kita yang paling besar yaitu Iblis tidaklah pernah berhenti untuk mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya guna menemaninya kelak di Jahannam. Karena Iblis telah putus asa setelah ia divonis oleh Allah bahwa ia termasuk penghuni An-Naar. Bahkan ia bersumpah kepada Allah untuk menghalangi anak Adam dari ash-shirathal mustaqim dari segala penjuru. Dari arah depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri, sehingga membuat anak Adam tak kuasa untuk membendung berbagai serangan yang dilancarkan oleh Iblis dan bala tentaranya. Siapa pun kita dan dimana pun kita berada tak lepas dari intaian Iblis dan bala tentaranya. Sebagaimana Allah kabarkan dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 16-17 :
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ (17) [الأعراف/16-17]
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” [Al-A'raf : 16-17]
Dengan berbagai cara Iblis dan bala tentaranya berupaya untuk menyimpangkan anak Adam dari jalan yang lurus kepada penyimpangan-penyimpangan yang diselubungkan ke dalam diri-diri manusia, sehingga tak terasa bahwa sedikit demi sedikit mereka pun larut ke dalam ajakan Iblis dan bala tentaranya. Syaithan berupaya membungkus suatu kemaksiatan dengan kemasan yang indah dan menarik dan sebaliknya amalan ketaatan kepada Allah digambarkan dengan sesuatu yang menakutkan dan memberatkan sehingga manusia pun enggan untuk melaksankannya. Bahkan syaithan pun dapat membuat seorang yang berilmu enggan untuk mengamalkan ilmunya.
Oleh karena itu kita dituntut untuk senantiasa mempelajari perangkap-perangkap syaithan dengan banyak mengkaji ilmu agama dari para ulama yang mereka senantiasa berpegang teguh di atas Al-Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman as-Salafus Shalih, dan tak lupa pula kita senantisa berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari segala macam tipu daya yang dilancarkan oleh iblis dan bala tentaranya sampai kematian datang menjemput kita. Wallahu a’lam.
Sumber : http://mahad-assalafy.com/2008/12/24/nasehat-al-ustadz-luqman-baabduh/
http://www.salafybpp.com/index.php/aqidah-islam/160-nasehat-al-ustadz-luqman-ba-abduh
Saat ramadhan dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu para syaithan
Bersabda rasulullah ahallallahu 'alaihi wasallam:
"Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, padanya dibuka pintu-pintu surga, dan ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu para syaithan, dan setiap malam ada yang menyeru: "Wahai pencari kebaikan kemarilah, Wahai pencari kejahatan tahanlah dirimu.""
(HR. Ahmad - Silsilah As-Shahihah: 1868)
"Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, padanya dibuka pintu-pintu surga, dan ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu para syaithan, dan setiap malam ada yang menyeru: "Wahai pencari kebaikan kemarilah, Wahai pencari kejahatan tahanlah dirimu.""
(HR. Ahmad - Silsilah As-Shahihah: 1868)
Tidak dinamakan insan karena sifat lupanya
وَمَا سُمِّيَ الإنْسَانُ إِلا لِنَسْيِهِ * وَ سُمِّيَ القلبُ لأنه يتقلَبُ
Tidak dinamakan insan melainkan karena sifat lupanya * dan dinamakan hati qalbu karena ia berubah-ubah.
Senin, 17 Juni 2013
Terkadang rasulullah hampir berpuasa sya'ban sebulan penuh
Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Label:
aisyah,
banyak,
bulan,
puasa,
radhiyallahu 'anha,
rasulullah,
sya'ban
Minggu, 16 Juni 2013
Menempatkan Tahdzir pada tempatnya & Nasehat Syaikh Utsman As Saalimy
MENEMPATKAN TAHDZIR PADA TEMPATNYA & NASEHAT SYAIKH UTSMAN AS SAALIMY UNTUK AHLUSSUNNAH.
Pertanyaan :
"Mohon Nasehat mu ya Syaikh, Semoga Allah menjagamu dan menjaga kami seluruhnya,.
Mohon Penjelasan tetanng Tahdzir, Siapakah yang berhak mentahdzir? Dan apakah ketika seorang da’I terjatuh dalam suatu kekeliruan ucapan, apakah boleh langsung disebar di internet tentang kekeliruan saudara kita?,.
Padahal ulama belumlah berbicara tentang hal tersebut.
Jawaban Asy Syaikh Utsman As Saalimy Hafizhahulloh
Berikut Link Audionya:
Menempatkan Tahdzir pada tempatnya & Nasehat Syaikh Utsman As Saalimy - http://www.salafybpp.com/index.php/manhaj-salaf/157-menempatkan-tahdzir-pada-tempatnya-nasehat-syaikh-utsman-as-saalimy
Pertanyaan :
"Mohon Nasehat mu ya Syaikh, Semoga Allah menjagamu dan menjaga kami seluruhnya,.
Mohon Penjelasan tetanng Tahdzir, Siapakah yang berhak mentahdzir? Dan apakah ketika seorang da’I terjatuh dalam suatu kekeliruan ucapan, apakah boleh langsung disebar di internet tentang kekeliruan saudara kita?,.
Padahal ulama belumlah berbicara tentang hal tersebut.
Jawaban Asy Syaikh Utsman As Saalimy Hafizhahulloh
Berikut Link Audionya:
Menempatkan Tahdzir pada tempatnya & Nasehat Syaikh Utsman As Saalimy - http://www.salafybpp.com/index.php/manhaj-salaf/157-menempatkan-tahdzir-pada-tempatnya-nasehat-syaikh-utsman-as-saalimy
Sabtu, 15 Juni 2013
Asas islam adalah akhlak yang baik
Berkata Ikrimah rahimahullah:
"Segala sesuatu memiliki asas, dan asas islam adalah: akhlak yang baik." (Shifatus shafwah: 2/455)
"Segala sesuatu memiliki asas, dan asas islam adalah: akhlak yang baik." (Shifatus shafwah: 2/455)
Jumat, 14 Juni 2013
Apakah para sahabat nabi tertawa
Berkata Qatadah: "Ibnu Umar ditanya:
"Apakah para sahabat nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tertawa?" Beliau menjawab: "iya, namun keimanan dalam hati mereka lebih besar dari gunung."" (Hayatus salaf: 472)
"Apakah para sahabat nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tertawa?" Beliau menjawab: "iya, namun keimanan dalam hati mereka lebih besar dari gunung."" (Hayatus salaf: 472)
Label:
besar,
gunung,
hati,
ibnu umar,
keimanan,
qatadah,
radhiyallahu 'anhu,
rasulullah,
sahabat,
tertawa
Pendengaran, pandangan, lisan dan jasad berpuasa
Berkata Ibnul Hanafiyah:
"Hendaknya pendengaran, pandangan, lisan dan jasadmu turut berpuasa, dan jangan engkau jadikan hari berbukamu sama seperti hari puasamu."
(Mausu'ah Ibnu abid dunya: 1/371)
"Hendaknya pendengaran, pandangan, lisan dan jasadmu turut berpuasa, dan jangan engkau jadikan hari berbukamu sama seperti hari puasamu."
(Mausu'ah Ibnu abid dunya: 1/371)
Label:
buka,
ibnul hanafiyah,
jasad,
lisan,
mausu'ah ibnu abid dunya,
pandangan,
pendengaran,
puasa
Dua kalimat yang ringan di lisan dan berat di timbangan
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
"Dua kalimat yang dicintai Ar-Rahman, ringan di lisan dan berat di timbangan, yaitu “Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhiim“ (Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya, Maha suci Allah yang Maha agung)."
[HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Dinukil dari kitab:
No. Hadits 1614
(Shahih, sesuai Takhrij hadits Syaikh Al-Albani)
ﻛﻠﻤﺘﺎﻥ ﺣﺒﻴﺒﺘﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ، ﺧﻔﻴﻔﺘﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﺴﺎن ، ﺛﻘﻴﻠﺘﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻴﺰﺍﻥ , ﺳﺒﺤﺎﻥ ﷲ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ ، ﺳﺒﺤﺎﻥ ﷲ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ
"Dua kalimat yang dicintai Ar-Rahman, ringan di lisan dan berat di timbangan, yaitu “Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhiim“ (Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya, Maha suci Allah yang Maha agung)."
[HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Dinukil dari kitab:
ﺑﻠﻮﻍ ﺍﻟﻤﺮﻡ ﻣﻦ ﺃﺩﻟﺔ ﺍﻸﺣﻜﺎﻡ
Bab Dzikir dan Do‘aNo. Hadits 1614
(Shahih, sesuai Takhrij hadits Syaikh Al-Albani)
Meninggalkan perkara mustahab
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah:
”Tidak mengapa kita meninggalkan suatu perkara yang mustahab (tidak wajib), tetapi kita tetap tidak boleh meninggalkan keyakinan disunnahkannya amalan tersebut. Karena mengenali sunnahnya amalan tersebut merupakan fardu kifayah agar tidak hilang sedikitpun dari agama ini.” (Majmu’ Fatawa, juz IV, hal. 436)
”Tidak mengapa kita meninggalkan suatu perkara yang mustahab (tidak wajib), tetapi kita tetap tidak boleh meninggalkan keyakinan disunnahkannya amalan tersebut. Karena mengenali sunnahnya amalan tersebut merupakan fardu kifayah agar tidak hilang sedikitpun dari agama ini.” (Majmu’ Fatawa, juz IV, hal. 436)
Label:
agama,
boleh,
fardu,
hilang,
keyakinan,
kifayah,
majmu fatawa,
meninggalkan,
mustahab,
perkara,
sunnah,
syaikhul islam ibnu taimiyah,
tidak
Kamis, 13 Juni 2013
Allah menjadikan manusia cinta kepada yang disenangi dan takut dari yang dibenci
Berkata Ibnu Kaisan:
"Allah menjadikan manusia cinta kepada apa yang ia senangi dan takut dari sesuatu yang ia benci, lalu Allah memerintahkan hambanya untuk beribadah dengan menginfakkan apa yang dia cintai, dan bersabar dari apa yang ia benci." (tafsir al-qurthubi: 21/236)
"Allah menjadikan manusia cinta kepada apa yang ia senangi dan takut dari sesuatu yang ia benci, lalu Allah memerintahkan hambanya untuk beribadah dengan menginfakkan apa yang dia cintai, dan bersabar dari apa yang ia benci." (tafsir al-qurthubi: 21/236)
Label:
Allah,
benci,
beribadah,
cinta,
ibnu kaisan,
infaq,
manusia,
memerintahkan,
menjadi,
sabar,
senang,
tafsir al qurthubi,
takut
Hakekat zuhud
Berkata Abu Salman Ad-Darani:
"Orang yang benar-benar zuhud adalah yang tidak mencela dunia, dan tidak pula memujinya, dan tidak menjadi fokus perhatiannya. Ia tidak terlalu gembira jika dunia itu datang, dan tidak bersedih jika dunia itu pergi." (Hayatus salaf :598)
الزاهد حقا، لا يذم الدنيا ولا يمدحها ولا ينظر إليها، ولا يفرح بها إذا أقبلت ولا يحزن عليها إذا أدبرت
Rabu, 12 Juni 2013
Kekekalan penghuni surga dan neraka, tidak ada kematian setelahnya
ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ "ﺇﺫﺍ ﺻﺎﺭﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﺟﻲﺀ ﺑﺎﻟﻤﻮﺕ ﺣﺘﻰ ﻳﺠﻌﻞ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﺍﻟﻨﺎﺭ ﺛﻢ ﻳﺬﺑﺢ ﺛﻢ ﻳﻨﺎﺩﻱ ﻣﻨﺎﺩ ﻳﺎ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻻ ﻣﻮﺕ ﻭﻳﺎﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻻ ﻣﻮﺕ ﻓﻴﺰﺩﺍﺩ
ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻓﺮﺣﺎ ﺇﻟﻰ ﻓﺮﺣﻬﻢ ﻭﻳﺰﺩﺍﺩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﺣﺰﻧﺎ ﺇﻟﻰ ﺣﺰﻧﻬﻢ "
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila telah ditetapkan penghuni surga masuk ke surga dan penghuni neraka masuk ke neraka, didatangkanlah kematian, sehingga diletakan antara surga dan neraka, kemudian kematian itu disembelih, kemudian menyerulah seorang penyeru,
"Wahai penghuni surga (kekekalan) tidak ada kematian (setelah ini), Wahai penghuni neraka (kekekalan) tidak ada kematian (setelah ini)..", maka bertambah gembiralah para penghuni surga, dan bertambah sedihlah para penghuni neraka"
Sumber: Kitab Ar Riqooq dari Shohihul Bukhori "Bab Sifaatul Jannah wan Naar"
Label:
ada,
ar riqooq,
ditetapkan,
gembira,
hadits,
kekal,
kematian,
masuk,
neraka,
penghuni,
rasulullah,
sedih,
sembelih,
setelah,
shahih bukhari,
sifaatul jannah wan naar,
surga,
tidak
Sangat beruntung orang yang menemukan banyak istighfar pada catatan amalnya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا
“Sangat beruntunglah orang yang menemukan bahwa pada catatan amalnya terdapat banyak istighfar.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan selainnya dari Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu. Dishahihkan oleh Al-Albany rahimahullah dalam Shahih Al-Jami’.)
Label:
amalan,
banyak,
beruntung,
catatan,
hadits,
ibn majah,
istighfar,
menemukan,
rasulullah,
shahih,
shahih al jami',
syaikh al albani
Amalan ringan
Amalan Ringan
‘Abdullah bin Busr radhiallahu ‘anhu pernah berkisah bahwa pada suatu hari ada seorang sahabat yang curhat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari‘at (yakni amalan-amalan sunnah) ini sangatlah banyak hingga aku tidak mampu untuk mengerjakan semuanya karena kelemahanku, maka ajarkanlah kepadaku suatu amalan ringan yang bisa terus aku kerjakan!"
Maka kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jagalah lisanmu agar dapat senantiasa basah dengan dzikrullah.“ (HR. at Tirmidzi no. 3375 dan Ibn Majah no. 3793)
Dinukil dari: Buletin Saku Al Ilmu - Jember
‘Abdullah bin Busr radhiallahu ‘anhu pernah berkisah bahwa pada suatu hari ada seorang sahabat yang curhat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari‘at (yakni amalan-amalan sunnah) ini sangatlah banyak hingga aku tidak mampu untuk mengerjakan semuanya karena kelemahanku, maka ajarkanlah kepadaku suatu amalan ringan yang bisa terus aku kerjakan!"
Maka kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ﻻﻳﺰﺍﻝ ﻟﺴﺎﻧﻚ ﺭﻃﺒﺎ ﻣﻦ ﺫﻛﺮﷲ
“Jagalah lisanmu agar dapat senantiasa basah dengan dzikrullah.“ (HR. at Tirmidzi no. 3375 dan Ibn Majah no. 3793)
Dinukil dari: Buletin Saku Al Ilmu - Jember
Selasa, 11 Juni 2013
Audio shahih bukhari kitabul imam bab mengingkari suami - al ustadz askari
Muroja'ah!
Kajian Shahih Al Bukhari Kitabul Iman
Bab Mengingkari Suami
Pemateri: Al Ustadz Askari
Download Audio disini
Sumber: http://www.ilmoe.com/audio/5907/shahih-bukhari-kitabul-iman
Kajian Shahih Al Bukhari Kitabul Iman
Bab Mengingkari Suami
Pemateri: Al Ustadz Askari
Download Audio disini
Sumber: http://www.ilmoe.com/audio/5907/shahih-bukhari-kitabul-iman
Label:
al ustadz askari,
audio,
bukhari,
hafizhahullah,
kitabul iman,
mengingkari,
shahih,
suami
Sya'ir tentang rajab
مضى رجب و ما أحسنت فيه وهذا شهر شعبان المبارك***
فيا من ضيع الأوقات جهلا بحرمتها أفق و احذر بوارك***
فسوف تفارق اللذات قسرا و يخلي الموت كرها منك دارك***
تدارك ما استطعت من الخطايا بتوبة مخلص واجعل مدارك***
على طلب السلامة من جحيم فخير ذوي الجرائم من تدارك***
فيا من ضيع الأوقات جهلا بحرمتها أفق و احذر بوارك***
فسوف تفارق اللذات قسرا و يخلي الموت كرها منك دارك***
تدارك ما استطعت من الخطايا بتوبة مخلص واجعل مدارك***
على طلب السلامة من جحيم فخير ذوي الجرائم من تدارك***
Wasiat untuk bersikap zuhud di dunia
Ada seseorang berkata kepad Muhammad bin Waasi':
"Berilah aku wasiat."
Beliau menjawab:
"Aku wasiatkan agar engkau menjadi raja di dunia dan akhirat."
Ia bertanya:
"Bagaimana caranya?"
Beliau menjawab:
"Bersikap zuhudlah di dunia."
(Hayatus salaf: 591)
"Berilah aku wasiat."
Beliau menjawab:
"Aku wasiatkan agar engkau menjadi raja di dunia dan akhirat."
Ia bertanya:
"Bagaimana caranya?"
Beliau menjawab:
"Bersikap zuhudlah di dunia."
(Hayatus salaf: 591)
Label:
akhirat,
dunia,
hayatus salaf,
muhammad bin waasi',
raja,
wasiat,
zuhud
Senin, 10 Juni 2013
Audio fathul majid bab hukum ruqyah dan jimat - al ustadz muhammad umar as sewed
Kajian sesi - 02
Kitab Fathul Majid - Bab Hukum Ruqyah dan Jimat
Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafidzahullah
Dauroh Purwokerto 8 Juni 2013
Download Audio disini
Sumber: www.ilmoe.com/audio/9496/sesi-02-al-ustadz-muhammad-umar-as-sewed-fathul-majid-hukum-ruqyah-dan-jimat-dauroh-purwokerto-08-juni-2013-mp3
Kitab Fathul Majid - Bab Hukum Ruqyah dan Jimat
Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafidzahullah
Dauroh Purwokerto 8 Juni 2013
Download Audio disini
Sumber: www.ilmoe.com/audio/9496/sesi-02-al-ustadz-muhammad-umar-as-sewed-fathul-majid-hukum-ruqyah-dan-jimat-dauroh-purwokerto-08-juni-2013-mp3
Label:
al ustadz muhammad as sewed,
audio,
dauroh,
fathul majid,
hafizhahullah,
hukum,
jimat,
purwokerto,
ruqyah
Bulan Sya'ban memperbanyak membaca Al Qur'an
〰〰〰الفائدة〰〰〰
وقال سلمة بن كهيل: "كان يقال: شهر شعبان شهر القراء".
وكان حبيب بن أبي ثابت إذا دخل شعبان قال: هذا شهر القراء.
وكان عمرو ابن قيس المُلائي إذا دخل شعبان أغلق حانوته، وتفرغ لقراءة القرآن.
〰〰〰〰
انتهى ملخصا من "لطائف المعارف بما لمواسم العام من الوظائف" تأليف الحافظ ابن رجب الحنبلي - رحمه اللَّه -
Berkata Salamah bin Kahiil,
"Telah dikatakan bahwa bulan Sya'ban itu merupakan bulannya para qurra' (pembaca Al Qur'an)."
Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya'ban dia berkata,
"Inilah bulannya para qurra'."
Dari 'Amr bin Qais Al-Mula'i apabila masuk bulan Sya'ban dia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Qur'an."
Keutamaan bulan Sya'ban
Dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa’.” (H.R. An Nasa’i, Ahmad, dan sanad-nya di-hasan-kan Syaikh Al Albani)
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa’.” (H.R. An Nasa’i, Ahmad, dan sanad-nya di-hasan-kan Syaikh Al Albani)
Label:
ahmad,
an nasa'i,
bulan,
hadits,
hasan,
keutamaan,
rasulullah,
riwayat,
sya'ban,
syaikh al albani,
usamah bin zaid
Minggu, 09 Juni 2013
Anjuran membagi malam menjadi tiga bagian
Abu Ubaid rahimahullah membagi malamnya menjadi tiga bagian: sepertiga malam ia shalat, sepertiganya ia tidur, dan sepertiga lainnya ia menulis buku.
(Hayatus salaf: 186)
(Hayatus salaf: 186)
Tetap shalat malam meski kelelahan
Tetap Shalat Malam Meski Kelelahan
Muhammad bin ‘Abdil Jawwad As-Sawi mengisahkan:
Suatu ketika Asy-Syaikh Al-’Utsaimin diundang oleh suatu lembaga amal di Jeddah. Acara yang beliau hadiri itu ternyata sangat panjang, sampai mendekati jam satu malam dimana kebiasaan beliau adalah beristirahat pada waktu demikian. Terlihat sekali beliau mengalami kelelahan dan mengantuk. Kami akhirnya pulang dan mengantar Asy-Syaikh Al-’Utsaimin ke rumah, sementara kami sudah tidak bisa lagi menahan kantuk.
Ketika hari masih malam, yaitu sekitar jam 03.30, setelah kami tertidur selama kurang lebih dua jam, saya mendengar suara Asy-Syaikh Al-’Utsaimin yang sedang sholat dalam keadaan beliau baru saja kelelahan dan kurang tidur, namun beliau tetap menyempatkan untuk melakukan shalat malam.
(Safahat Mushriqah min Hayat Al-Imam Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, hal. 73)
Muhammad bin ‘Abdil Jawwad As-Sawi mengisahkan:
Suatu ketika Asy-Syaikh Al-’Utsaimin diundang oleh suatu lembaga amal di Jeddah. Acara yang beliau hadiri itu ternyata sangat panjang, sampai mendekati jam satu malam dimana kebiasaan beliau adalah beristirahat pada waktu demikian. Terlihat sekali beliau mengalami kelelahan dan mengantuk. Kami akhirnya pulang dan mengantar Asy-Syaikh Al-’Utsaimin ke rumah, sementara kami sudah tidak bisa lagi menahan kantuk.
Ketika hari masih malam, yaitu sekitar jam 03.30, setelah kami tertidur selama kurang lebih dua jam, saya mendengar suara Asy-Syaikh Al-’Utsaimin yang sedang sholat dalam keadaan beliau baru saja kelelahan dan kurang tidur, namun beliau tetap menyempatkan untuk melakukan shalat malam.
(Safahat Mushriqah min Hayat Al-Imam Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, hal. 73)
Sabtu, 08 Juni 2013
Puasa rasulullah pada bulan Sya'ban
〰〰عن عائشة〰〰
رضي الله عنها
انها قالت:
»» " كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ، ويفطر حتى نقول لا يصوم، وما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر إلا رمضان، وما رأيته أكثر صياما منه في شعبان" ««
متفق عليه.
Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan: Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban." (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Audio dauroh masyaikh Yaman
Download audio dauroh masyaikh Yaman 1434H
(Jakarta, Depok, Aceh, Balikpapan dan Jawa Tengah)
Tambahan Kajian Asatidz
Download Audio disini
(Jakarta, Depok, Aceh, Balikpapan dan Jawa Tengah)
Tambahan Kajian Asatidz
Download Audio disini
Beberapa fatwa ulama tentang FOREX
FOREX itu apa?
Hakikatnya, seperti yang para ulama jelaskan di fatwa-fatwa tersebut...
Namun, kalau kita lihat di lapangan...
Banyak yang mengaburkannya...
Dengan slogan dusta "INVESTASI"...
Si A merayu manusia untuk menginvestasikan uangnya atau emas, kepadanya, agar dikelola di pasar pertukaran mata uang asing atau VALAS, nantinya si A menjanjikan para investor mendapatkan bagi HASIL perbualan atau per waktu yang disepakati, sekian persen berlipat-lipat dari dana investasinya...
Pengelolaanya di internet...
Dan sayangya....
Sebagian mereka berdalilkan dengan fatwa bolehnya dari MUI...
Itupun kalau dicermati fatwa tersebut tidak sesuai dengan kenyataan apa yang mereka terapkan di lapangan...
Dan telah banyak kaum.muslimin menjadi korban.
Wallohu'alam.
Mohon koreksi... salah dan kurangnya.
Beberapa fatwa ulama tentang FOREX bisa antum download disini
Semoga bermanfaat
Hakikatnya, seperti yang para ulama jelaskan di fatwa-fatwa tersebut...
Namun, kalau kita lihat di lapangan...
Banyak yang mengaburkannya...
Dengan slogan dusta "INVESTASI"...
Si A merayu manusia untuk menginvestasikan uangnya atau emas, kepadanya, agar dikelola di pasar pertukaran mata uang asing atau VALAS, nantinya si A menjanjikan para investor mendapatkan bagi HASIL perbualan atau per waktu yang disepakati, sekian persen berlipat-lipat dari dana investasinya...
Pengelolaanya di internet...
Dan sayangya....
Sebagian mereka berdalilkan dengan fatwa bolehnya dari MUI...
Itupun kalau dicermati fatwa tersebut tidak sesuai dengan kenyataan apa yang mereka terapkan di lapangan...
Dan telah banyak kaum.muslimin menjadi korban.
Wallohu'alam.
Mohon koreksi... salah dan kurangnya.
Beberapa fatwa ulama tentang FOREX bisa antum download disini
Semoga bermanfaat
Jangan sungkan untuk berbuat baik
Jangan sungkan untuk berbuat baik hari ini, karena esok hari belum tentu diberi kemudahan untuk berbuat baik,
Di dalam Al-Qur‘an surat An-Nisa ayat ke 36 Allah Ta‘aala memerintahkan berbuat baik kepada tetangga yang dekat maupun jauh,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda kepada Abu Dzar,
"Wahai Abu Dzar! Apabila kamu memasak sop, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu." (HR. Muslim)
Di dalam Al-Qur‘an surat An-Nisa ayat ke 36 Allah Ta‘aala memerintahkan berbuat baik kepada tetangga yang dekat maupun jauh,
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (QS An-Nisâ´: 36)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda kepada Abu Dzar,
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ
"Wahai Abu Dzar! Apabila kamu memasak sop, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu." (HR. Muslim)
Label:
abu dzar,
al qur'an,
an nisa 36,
baik,
berbuat,
hadits,
jangan,
rasulullah,
sungkan
Bersikap zuhud di dunia maka terasa ringan baginya musibah
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu'anhu berkata:
"Siapa yang bersikap zuhud di dunia, maka terasa ringan baginya musibah, dan siapa yang mengingat kematian, ia akan bersegera dalam melakukan kebaikan." (Hayatus salaf: 590)
من زهد في الدنيا هانت عليه المصيبات، ومن ارتقب الموت سارع في الخيرات
"Siapa yang bersikap zuhud di dunia, maka terasa ringan baginya musibah, dan siapa yang mengingat kematian, ia akan bersegera dalam melakukan kebaikan." (Hayatus salaf: 590)
Label:
ali bin abi thalib,
bersegera,
dunia,
hayatus salaf,
kebaikan,
kematian,
melakukan,
mengingat,
musibah,
radhiyallahu 'anhu,
ringan,
terasa,
zuhud
Jumat, 07 Juni 2013
Waktu yang diharap-harap pada hari jum'at
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Carilah oleh kalian waktu yang diharap-harap pada hari Jum'at, yaitu setelah 'Ashr sampai terbenamnya matahari." (HR. Tirmidzi, dihasankan syaikh Al Albani)
ﺍﻟﺘﻤﺴﻮﺍ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺍﻟﺘﻰ ﺗﺮﺟﻰ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻌﺼﺮ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺒﻮﺑﺔ ﺍﻟﺸﻤﺲ
"Carilah oleh kalian waktu yang diharap-harap pada hari Jum'at, yaitu setelah 'Ashr sampai terbenamnya matahari." (HR. Tirmidzi, dihasankan syaikh Al Albani)
Memulai amalan yang baik
〰〰بسم الله 〰〰
يقول حبيبنا وقدوتنا عليه افضل الصلاة والسلام:
"ﻣﻦ ﺳﻦ ﻓﻲ اﻹﺳﻼﻡ ﺳﻨﺔ ﺣﺴﻨﺔ ﻓﻠﻪ ﺃﺟﺮﻫﺎ، ﻭﺃﺟﺮ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﻥ ﻳﻨﻘﺺ ﻣﻦ ﺃﺟﻮﺭﻫﻢ ﺷﻲء، ﻭﻣﻦ ﺳﻦ ﻓﻲ اﻹﺳﻼﻡ ﺳﻨﺔ ﺳﻴﺌﺔ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺯﺭﻫﺎ ﻭﻭﺯﺭ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﻥ ﻳﻨﻘﺺ ﻣﻦ ﺃﻭﺯاﺭﻫﻢ ﺷﻲء" .
ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ.
Man sanna fil Islaam sunnatan hasanatan falahu ajruhaa wa ajru man `amila bihaa ba`dahu min ghairi an yangqusha min ujuurihim syaik, wa man sanna fil Islaami sunnatan sayyiatan kaana `alaihi wizruhaa wa wizru man `amila bihaa min ba`dihi min ghairi an yangqusha min auzaarihim syaik
Barangsiapa memulai di dalam Islam suatu prilaku yang baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan mendapat pahala orang yang mengikuti/mencontoh sesudahnya tanpa mengurangi pahala pengikutnya sedikitpun; dan barangsiapa memulai didalam Islam suatu prilaku yang jelek, maka ia akan mendapatkan dosanya dan mendapat dosa orang yang mengikuti/mencontoh sesudahnya tanpa mengurangi dosa pengikutnya sedikitpun. (HR Muslim)
Langganan:
Postingan (Atom)

