Selasa, 09 Juli 2013

Nasehat (audio) untuk semakin memperbanyak mengingat kematian

Nasehat untuk semakin memperbanyak mengingat kematian.
Nasehat ini disampaikan oleh: Ustadz Abu Muawiyah Askari hafizhahulloh.
Ketika penguburan salah seorang ikhwan (Nasrun rahimahulloh) di Balikpapan.
9 Juli 2013

Semoga hal ini, menjadi nasehat yang sangat bermanfaat bagi diri kami pribadi dan bagi kaum muslimin umumnya.

Berziarah kubur demikian pula halnya mengantarkan jenazah, termasuk diantara tujuan yang paling utama adalah mengingat kehidupan akhirat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa'alaalihi wasallam mengatakan:

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمِ الْآخِرَةَ

"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka silahkan kalian menziarahinya, karena berziarah kubur mengingatkan kalian akan kehidupan akhirat kalian" (HR. Ahmad, dll).

Maka tidak sepantasnya dalam kondisi-kondisi seperti ini, kita membicarakan masalah dunia, membicarakan masalah bisnis, dan yang lain sebagainya. Para ulama salaf, apabila mereka mendatangi makbaru (pekuburan), maka timbul rasa takut pada diri mereka, takut mereka di hadapan Allah subhanahu wata'ala. Apa yang akan mereka bawa di hadapan Allah. Sebab kematian akan menjemput siapa saja, tidak mengenal usia. Maka oleh karena itu ma'asyaral ikhwah rahimakumullah, sepatutnya pada kondisi-kondisi seperti ini kita senantiasa mengamalkan hadits rasul shallallahu 'alaihi wasallam:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

"Perbanyaklah mengingat pelumat berbagai kelezatan dunia, yaitu kematian" (HR Tirmidzi, Nasaa’I dan Ibnu Majah).

Saudara kita nasrun rahimahullah yang meninggal meskipun dalam usia yang demikian muda, sebab kematian apabila Allah subhanahu wata'ala telah menetapkan, maka tidak akan bisa diakhirkan, dan tidak bisa pula dimajukan, semua itu telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wata'ala. Yang wajib bagi kita yang hidup, untuk mengambil ibrah, apa yang akan kita persiapkan disaat kita menghadap Allah subhanahu wata'ala. Tidak ada jaminan dari diri kita bahwa kita akan mati di waktu yang lama.

Mungkin saja diantara kita ada yang mati pada hari ini pula, mungkin ada yang meninggal esok hari, dan mungkin ada yang meninggal di hari-hari yang berikutnya. Yang wajib bagi kita ayyuhal ikhwah, mempersiapkan apa yang akan kita bawa di saat kita menghadap Allah subhanahu wata'ala. Apakah kita termasuk diantara hamba-hamba Allah yang akan mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah azza wa jalla, dengan membawa amal shaleh pada hari kiamat. Allah subhanahu wata'ala tidak akan menerima dari hambanya kecuali al iman dan al amal shaleh.

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

"Pada hari dimana tidak akan bermanfaat harta dan anak-anak kita, namun siapa yang menghadap kepada Allah subhanahu wata'ala dengan hati yang ikhlas, hati yang senantiasa memurnikan ibadah hanya kepada Allah subhanahu wata'ala" ( Ash-Shu´arâ´: 88-89)

Maka ayyuhal ikhwah, ingatlah bahwa kematian itu adalah merupakan sesuatu yang pasti. Tidak ada satupun yang bisa selamat dari kematian. Allah azza wa jalla berfirman:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

"Dimanapun kalian berada, kematian itu pasti menjemput kalian, meskipun kalian berada di benteng-benteng yang kokoh" (An-Nisâ´: 78)

Dan Allah subhanahu wata'ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

"Setiap jiwa pasti merasakan kematian, dan sesungguhnya akan disempurnakan apa yang kalian amalkan ketika di dunia. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam al jannah, maka sungguh dialah yang mendapatkan kemenangan yang besar. Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan kesenangan yang menipu" (Âl-´Imrân: 185)

Maka ma'asyaral ikhwah rahimakumullah, rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau mengatakan pada saat seseorang telah dimakamkan dan telah selesai dikuburkan, beliau mengatakan:

اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

"Beristighfarlah kalian untuk saudara kalian, dan mohonlah kepada Allah subhanahu wata'ala semoga Allah memberi kekokohan kepadanya, karena sesungguhnya sekarang ini dia dalam keadaan diuji, dia dalam keadaan ditanya oleh malaikat yang dikirim oleh Allah subhanahu wata'ala" (Shahih Al Ahkam 156)

Semoga Allah azza wa jalla mengampuni beliau, semoga Allah subhanahu wata'ala memberi kekokohan kepada beliau, semoga Allah azza wa jalla menjadikan kematian beliau sebagai khusnul khatimah.

Maka ini ma'asyaral ikhwah rahimakumullah, jadikan pelajaran semoga kita termasuk diantara hamba-hamba yang mempersiapkan untuk bekal kita pada yaumul qiyamah, dengan iman dan amalan shaleh. Kita mengharapkan agar kemudian Allah azza wa jalla menjadikan kematian kita dengan khusnul khatimah, dan itu adalah akhir kehidupan yang terbaik bagi seorang hamba.

Saya kira ini nasihat semoga bermanfaat terkhusus untuk diri saya sendiri, demikian pula kepada para ikhwan sekalian, bahwa tempat ini merupakan tempat dimana kita mengingat kehidupan akhirat. Kita akan menyusul saudara-saudara kita, oleh karena itu rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau menganjurkan kepada ummatnya pada saat mendatangi makbarah agar mengucapkan salam:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Dalam do'a ini terkandung pernyataan bahwa kita akan menyusul mereka yang telah mendahului kita, dimana mereka telah mendahului kita meninggalkan dunia ini, dan kitapun ma'asyaral ikhwah, akan sama seperti mereka. Namun yang terbaik adalah mereka yang mempersiapkan apa yang mereka bawa tatkala mereka menghadap Allah subhanahu wata'ala.

Download Audio disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar