بسم الله الرحمن الرحيم
SILSILAH ADAB DAN AKHLAK 《6》
MENNYAMBUNG TALI PERSAUDARAAN/SHILLATUR-RAHMI
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: لما نزلت هذه اﻷية { وأنذر عشيرتك اﻷقربين} قام النبي صلى الله عليه وسلم فنادى : يا بني كعب بن لؤي! أنقذوا أنفسكم من النار، يا بني هاشم ! أنقذوا أنفسكم من النار، يا بني عبدالمطلب ! أنقذوا أنفسكم من النار، يا فاطمة بنت محمد! أنقذي نفسك من النار فإني ﻻأملك لك من الله شيءا،غير أن لكم رحما سأبلها ببلالها.
[رواه البخاري ومسلم ]
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: Manakala turun ayat ini {dan engkau (Rasulullah) berilah peringatan kepada karib-keluargamu!!} 《As-Syu'aroo: 214》, bangkitlah Nabi صلى الله عليه وسلم kemudian menyeru: Wahai Bani Ka'ab bin Lu'ayy selamatkanlah diri-diri kalian dari api neraka!!, wahai Bani Hasyim selamatkanlah diri-diri kalian dari api neraka!!, wahai Bani Abdul-Muttollib selamatkanlah diri-diri kalian dari api neraka!!, wahai Fatimah Bintu Muhammad selamatkanlah dirimu dari api neraka!!, sesungguhnya aku tidak berkuasa atas dirimu dari Allah sedikitpun, hanya saja untuk kalian dariku adalah hubungan kekerabatan saja, dan aku akan menyiraminya dengan air siramannya (menyambungnya dengan tali penghubungnya-pent)
[Hr. Bukhory-Muslim]
Dan dari Abu Ayyub Al-Anshory رضي الله عنه berkata:
Bahwa seorang badui melontarkan pertanyaan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم pada suatu perjalanannya kemudian berkata: Kabarkanlah kepadaku suatu amalan yang akan mendekatkanku ke surga dan akan menjauhkanku dari api neraka? Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab: Beribadahlah engkau kepada Allah semata dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan engkau mendirikan sholat, dan menunaikan zakat, dan engkau menyambung tali persaudaraan. [Hr. Bukhory-Muslim]
Bahwa seorang badui melontarkan pertanyaan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم pada suatu perjalanannya kemudian berkata: Kabarkanlah kepadaku suatu amalan yang akan mendekatkanku ke surga dan akan menjauhkanku dari api neraka? Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab: Beribadahlah engkau kepada Allah semata dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan engkau mendirikan sholat, dan menunaikan zakat, dan engkau menyambung tali persaudaraan. [Hr. Bukhory-Muslim]
Dan dari Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: Barang siapa yang ingin dibentangkan untuknya rizkinya, dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya menyambung shillatur-rahmi
[Hr.Bukhory-Muslim]
[Hr.Bukhory-Muslim]
FAIDAH HADITS:
1. Wajibnya menyambung hubungan tali persaudaraan.
2. Diantara makna menyambung sillaturrahmi adalah memperingatkan kerabat dari api neraka dan mendorong mereka untuk beramal sholeh, dan ini merupakan bentuk realisasi menyambung sillaturrahmi yang paling utama.
3. Balasan yang baik itu berdasarkan atas keimanan dan amal sholih, dan tidak akan bermanfaat pada hari kiamat semata-mata seseorang yang memiliki kerabat yang baik tanpa ia beriman dan beramal sholih.
4. Masing-masing orang akan mempertanggung jawabkan amalanya di dunia di akherat kelak, jika amalannya baik maka dibalas dengan kebaikan, dan sebaliknya jika amalanya jelek dibalas dengan kejelekan.
5. Petama kali yang wajib atas orang yang berdakwah adalah memperingatkan terlebih dahulu keluarganya, kerabatnya, dan seterusnya dari orang-orang yang memiliki hubungan yang lebih dekat.
6. Keutamaan sholat, zakat, dan sillaturrahmi.
7. Bahwa ketiga amalan diatas termasuk perkara yang akan mendekatkan seorang hamba ke surga dan terjauhkan dari api neraka.
8. Shillaturrahmi adalah berbuat baik terhadap kerabat, dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan.
9. Shillaturrahmi merupakan sebab dibentangkan dan diberkahinya rizki seorang hamba, serta sebab dipanjangkannya umurnya.
10. Menyambung shillaturrahmi hukumnya wajib, sedangkan memutusnya merupakan perbuatan dosa besar.
2. Diantara makna menyambung sillaturrahmi adalah memperingatkan kerabat dari api neraka dan mendorong mereka untuk beramal sholeh, dan ini merupakan bentuk realisasi menyambung sillaturrahmi yang paling utama.
3. Balasan yang baik itu berdasarkan atas keimanan dan amal sholih, dan tidak akan bermanfaat pada hari kiamat semata-mata seseorang yang memiliki kerabat yang baik tanpa ia beriman dan beramal sholih.
4. Masing-masing orang akan mempertanggung jawabkan amalanya di dunia di akherat kelak, jika amalannya baik maka dibalas dengan kebaikan, dan sebaliknya jika amalanya jelek dibalas dengan kejelekan.
5. Petama kali yang wajib atas orang yang berdakwah adalah memperingatkan terlebih dahulu keluarganya, kerabatnya, dan seterusnya dari orang-orang yang memiliki hubungan yang lebih dekat.
6. Keutamaan sholat, zakat, dan sillaturrahmi.
7. Bahwa ketiga amalan diatas termasuk perkara yang akan mendekatkan seorang hamba ke surga dan terjauhkan dari api neraka.
8. Shillaturrahmi adalah berbuat baik terhadap kerabat, dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan.
9. Shillaturrahmi merupakan sebab dibentangkan dan diberkahinya rizki seorang hamba, serta sebab dipanjangkannya umurnya.
10. Menyambung shillaturrahmi hukumnya wajib, sedangkan memutusnya merupakan perbuatan dosa besar.
والله أعلم بالصواب.
Akhukum: Abu Kholid Rosyid
Marja' : Rossyul Barod Syarh Adabul-Mufrod
dengan sedikt tambahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar